• slide nav 1

    Membangun Peradaban

    Setiap orang akan mendapatkan apa yang diusahakan dengan sepenuh kesungguhan..
  • slide nav 2

    Tidak Setuju Syuro

    Apa yang harus kita lakukan seandainya tidak menyetujui hasil syuro?
  • slide nav 3

    Jadilah Kitab...

    Jadilah kitab yang bermanfaat walaupun tanpa judul. Namun, jangan menjadi judul tanpa kitab.
  • slide nav 4

    aku masih disini...

    Hidup memang penuh dengan pilihan, bukan berarti mereka yang pergi itu berpaling..
  • slide nav 5

    Daun Berserakan

    Umat ini seperti daun-daun yang gugur diterpa angin, tak ada lagi kekuatan...
  • slide nav 6

    Dialog selepas malam

    “Ana ingin berhenti saja, keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa..."

TUTORIAL + TEMPLATE GRATIS - MEMBUAT WEBSITE PKS

Buat sobat yg mau bikin WEBSITE PKS kami sediakan TUTORIAL+TEMPLATE Gratis (via Email) V-1 V-2 V-3 V-4 V-7 V-9 V-10
Terbaru dari Blog

Delete this element to display blogger navbar

Rabu, 04 Januari 2012

0Filosofi Mendalam Tembang Lir-Ilir Sunan Kalijaga










Lir-Ilir
by Sunan Kalijaga

Lir-ilir, lir-ilir
Tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo
Tak sengguh temanten anyar

Cah angon, cah angon
Penekna belimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekna
Kanggo mbasuh dodod iro

Dodod iro, dodod iro
Kumitir bedhah ing pinggir
Dondomana, jlumatana
Kanggo seba mengko sore

Mumpung padhang rembulane
Mumpung jembar kalangane

Yo surak ’a, surak “hiyoo”

Makna :


Lir ilir... lir ilir... tandure wus sumilir :

Sayup-sayup bangun (dari tidur), tanaman-tanaman sudah mulai bersemi,
Kanjeng Sunan mengingatkan agar orang-orang Islam segera bangun dan bergerak. Karena saatnya telah tiba. Bagaikan tanaman yang telah siap dipanen, demikian pula rakyat di Jawa saat itu (setelah kejatuhan Majapahit) telah siap menerima petunjuk dan ajaran Islam dari para wali.

tak ijo royo-royo tak sengguh temanten anyar :

demikian menghijau bagaikan gairah pengantin baru
Hijau adalah simbol warna kejayaan Islam, dan agama Islam disini digambarkan seperti pengantin baru yang menarik hati siapapun yang melihatnya dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang sekitarnya. Ada juga penafsiran yang mengatakan bahwa pengantin baru maksudnya adalah raja2 jawa yang baru masuk Islam.

Cah angon... cah angon... penekna blimbing kuwi :

Anak-anak penggembala, tolong panjatkan pohon blimbing itu,
Yang disebut anak gembala disini adalah para pemimpin. Dan belimbing adalah buah bersegi lima, yang merupakan simbol dari lima rukun islam dan sholat lima waktu. Jadi para pemimpin diperintahkan oleh Sunan untuk memberi contoh kepada rakyatnya dengan menjalankan ajaran Islam secara benar. Yaitu dengan menjalankan lima rukun Islam dan sholat lima waktu.

Lunyu lunyu yo peneken kanggo mbasuh dodotira :

walaupun licin tetap panjatlah untuk mencuci pakaian. Dodot adalah sejenis kain kebesaran orang Jawa yang hanya digunakan pada upacara-upacara / saat-saat penting. Dan buah belimbing pada jaman dahulu, karena kandungan asamnya sering digunakan sebagai pencuci kain, terutama untuk merawat kain batik supaya tetap awet.

Dengan kalimat ini Sunan memerintahkan orang Islam untuk tetap berusaha menjalankan lima rukun Islam dan sholat lima waktu walaupun banyak rintangannya (licin jalannya). Semuanya itu diperlukan untuk menjaga kehidupan beragama mereka. Karena menurut orang Jawa, agama itu seperti pakaian bagi jiwanya. Walaupun bukan sembarang pakaian biasa

Dodotira... dodotira... kumitir bedah ing pinggir :

Pakaian-pakaian yang koyak disisihkan
Saat itu kemerosotan moral telah menyebabkan banyak orang meninggalkan ajaran agama mereka sehingga kehidupan beragama mereka digambarkan seperti pakaian yang telah rusak dan robek.

Dondomana jrumatana kanggo seba mengko sore :

Jahitlah benahilah untuk menghadap nanti sore
'Seba' artinya menghadap orang yang berkuasa (raja/gusti), oleh karena itu disebut ‘paseban’ yaitu tempat menghadap raja.
Disini Sunan memerintahkan agar orang Jawa memperbaiki kehidupan beragamanya yang telah rusak tadi dengan cara menjalankan ajaran agama Islam secara benar, untuk bekal menghadap Allah SWT di hari nanti.

Mumpung padang rembulane, mumpung jembar kalangane :

Selagi sedang terang rembulannya, selagi sedang banyak waktu luang
Selagi masih banyak waktu, selagi masih banyak kesempatan, perbaikilah kehidupan beragamamu dan bertaubatlah.

Yo surako surak hiyo :

Mari bersorak-sorak ayo...
Bergembiralah, semoga kalian mendapat anugerah dari Tuhan. Disaatnya nanti datang panggilan dari Yang Maha Kuasa nanti, sepatutnya bagi mereka yang telah menjaga kehidupan beragama-nya dengan baik untuk menjawabnya dengan gembira.

*)http://as-salafiyyah.blogspot.com/2010/06/filosofi-mendalam-tembang-lir-ilir.html
----------

donlot tembang lir-ilir yang dibawakan Suara Persaudaraan (KLIK INI)


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

[+/-] Selengkapnya...

0PKS Bentuk Tim Pengkaji Capres 2014

KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan, PKS telah membentuk tim internal untuk mengkaji segala hal mengenai pencalonan Presiden dalam Pemilu tahun 2014.

"(Anggota tim) ada sekitar 20 orang. Mereka unsur pimpinan. Mereka baru membuat kajian," kata Anis di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (4/1/2012), ketika ditanya dinamika di PKS menghadapi Pilpres 2014.

Meski sudah dibentuk tim, Anis mengaku belum ada tokoh yang dikaji. Nantinya, kata dia, tim akan melihat tokoh di internal maupun eksternal.

Dikatakan Anis, pihaknya akan mendorong agar banyak calon bisa maju sebagai Capres di 2014. PKS, kata dia, berpandangan bahwa syarat dukungan minimal 20 persen bagi parpol untuk mengajukan Capres harus dihapuskan.

"Lebih bagus kita turunkan syaratnya. Misalnya sebatas lolos parliamentary threshold. Jadi partai yang sudah lolos parliamentary threshold dengan sendirinya punya calon Presiden. Kalau calon lebih banyak, masyarakat juga punya pilihan lebih banyak," kata Wakil Ketua DPR itu.


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

[+/-] Selengkapnya...

Selasa, 03 Januari 2012

1'Perang' di Media Sosial, PKS Juga Sudah Siapkan Pasukan Khusus

[detik.com] - Menatap 2014, ranah media sosial jadi lahan garapan baru bagi partai politik. Wilayah itu dilirik karena banyaknya pemilih muda yang bermain dengan media sosial seperti twitter dan facebook. Tak mau kalah untuk menyebarkan ide, PKS juga siap 'berperang' di media sosial.

"Secara official ada. Dan yang pejabat publik, kadang-kadang meng-hire staf," jelas politisi PKS, Yudi Widiana, saat berbincang dengan detikcom, Selasa (3/1/2012).

PKS, lanjut Yudi, tidak menganggap main-main dalam 'perang' di media sosial ini. Apalagi era ke depannya, kampanye juga dilakukan di dunia maya.

"Ya tentu, bahkan secara umum hampir 70 persen kader kami melek IT," imbuhnya.

Selain lewat media sosial, PKS juga sudah membangun informasi bagi publik untuk mengakses situs mereka. "Kita punya web untuk partai dan fraksi di setiap tingkatan," jelasnya.

Selain PKS, partai yang siap menggarap media sosial adalah Golkar. "Saat ini sedang di-set up," kata Wasekjen Golkar, Lalu Mara.

*)http://www.detiknews.com/read/2012/01/03/130810/1805551/10/perang-di-media-sosial-pks-juga-sudah-siapkan-pasukan-khusus


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

[+/-] Selengkapnya...

Senin, 02 Januari 2012

0Menumbuhkan Kemampuan Menguasai Masyarakat



Taujih Ustadz Hilmi Aminuddin
(Ketua Majelis Syuro PKS)

Penguasaan masyarakat akan sangat tergantung pada tumbuhnya lima jenis kader dakwah sebagai berikut,


Pertama, al khotib al jamahiriy, tumbuhnya para khuthoba yang bersemangat, yaitu mereka yang mampu menyampaikan pesan-pesan Islam dengan jelas dan terang, penuh gairah dan dinamika. Para khotib bersemangat muda yang menyampaikan hikmah (pengetahuan) orang-orang tua yang penuh pengalaman (hikmatus syuyukh fi hamasatus syabab). Bukan semangat orang tua dengan pengetahuan pemuda yang cetek.

Para khutoba ini hendaknya mampu melakukan tahridh (pengerahan massa) dan menumbuhkan tahmis (semangat) berdasarkan iman dan pengetahuan bukan emosi dan kebencian.

Kedua, al faqih asy sya’biy, orang-orang faqih di tengah masyarakat, yaitu para ulama yang takut pada Allah dan hidup di tengah-tengah masyarakat, memberikan bimbingan dan fatwa-fatwa yang lurus dan benar tentang masalah yang dihadapi masyarakat. Menjadi pendidik dan tempat bertanya yang tidak menimbulkan keraguan dan perpecahan. Selalu menghidupkan toleransi antar mazhab (fiqh) yang menjadi titik temu yang mempersatukan ummat. Dari itu ia senantiasa dicintai, didukung dan dibela oleh masyarakatnya. Khotib jamahiriy menjadi pendorong masyarakat ke jalan Alloh sedang faqih sya’biy membimbing masyarakat dalam jalan Alloh. Dia bukan faqih jetset yang memberi fatwa berdasarkan order, tetapi benar-benar menyuarakan pimpinan Allah dan RasulNya.

Ketiga, al-Amal atau at ta’awuni al khoiriy, aktifitas kejama’ahan sosial. Tujuan utama dari aktifitas ini adalah memfungsikan masjid-masjid sesuai dengan bimbingan Rasululloh. Untuk itu harus dibuat kerjasama sosial dengan berbagai lapisan masyarakat untuk mendekatkan ummat pada masjid. Sasaran program ini adalah ta’zizud da’iyah, memperkuat para da’i sebagai pelopor di berbagai bidang. Para da’i kita hendaknya disokong sepenuhnya agar mampu menyantuni massa umat sehingga ia memiliki gengsi dan prestise yang tinggi yang membuat umat ikut pada arahannya. Biasanya masyarakat kita sangat patuh bila dakwah dimulai dengan santunan yang memperhatikan kebutuhan mereka.

Keempat, masyru’ al iqtishodis sya’biy, menumbuhkan ekonomi masyarakat kecil. Harakah dakwah harus turut meningkatkan taraf ekonomi umat Islam yang pada umumnya masih sangat lemah. Usaha-usaha ekonomi hendaknya usaha yang ringan, mudah dijangkau dan memasyarakat. Berbagai klub, perhimpunan atau organisasi ekonomi kecil perlu ditumbuhkan dan dibimbing oleh para da’i yang sekaligus menjadi pembimbing rohani mereka. Sasaran program ini adalah agar masyarakat pendukung da’wah dapat iktifa’ dzati (berdikari) di satu sisi dan di sisi lain bisa mengendalikan laju ekonomi secara keseluruhan.

Kelima, al i’lam as sya’biy, penerangan yang memasyarakat. Potensi i’lam hendaknya tumbuh dari orang-orang yang memahami aqidah, fikrah dan manhaj serta mundhobith (disiplin) kebijaksanaan jama’ah, agar pembentukan ro’yul ‘aam (opini umum) sesuai dengan rancangan da’wah. Sebab bidang ini merupakan titik rawan amni suatu gerakan da’wah. Pers yang ditumbuhkan dari dalam adalah pers yang murah dan mudah dibaca oleh masyarakat. Bukan penampilan elite yang membuat umat enggan membacanya atau menyedot potensi harakah dalam mengerjakannya. Yang penting bukan nama besar tetapi kemampuan menyebar dan meluas dengan cepat dalam berbagai bentuknya yang ringan; buletin, brosur, maklumat, majalah, koran dan aneka bentuk lainnya yang murah dan terjangkau, menyebar dari berbagai sumber dan dikerjakan cukup oleh setiap rumah tangga.

Selain itu perlu juga menyokong pers umat Islam yang telah ada agar memiliki ruh dan fikroh Islami. Para pakar jama’ah dakwah hendaknya menyumbangkan tulisan-tulisan bermutu pada pers yang dimiliki umat Islam. Bila perlu kita mampu menumbuhkan pers kaum muslimin menjadi pers harakah. Yaitu pers yang dikendalikan oleh personil harakah kita.

Dalam i’lam sya’bi perlu pula dimunculkan pendidikan Islam melalui radio-radio, televisi dan sebagainya. Tentu melalui thoriqoh yang mungkin bisa ditempuh dengan tidak meninggalkan unsur-unsur syar’i dalam penyajiannya. [ ]

*)http://al-intima.com/taujih-ust-hilmi-aminuddin/menumbuhkan-kemampuan-menguasai-masyarakat



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

[+/-] Selengkapnya...

Minggu, 01 Januari 2012

0Tahun Baru 2012, PKS Piyungan Gelar Pengajian & Sarapan Bersama

Reporter: Akhwat Qowwiy

Ahad, 1 Januari 2012, sedari pagi diiringi rintikan hujan..tak menghentikan langkah kami untuk bertholabul ‘ilmi, Pukul 07.00 WIB para kader sudah berkumpul untuk menghadiri kajian rutin Tasqif ahad pagi. Bertempat di masjid Al Ikhlas Bintaran Kulon.

Tepat diawal tahun Kalender nasional ini, diawali pula dengan acara special “Sarapan Pagi” bersama Ustadz Zuhrif Hudaya, ST Yang merupakan Sekjend DPW PKS DIY dan Mantan Calon Wali Kota Yogyakarta. Hadir pula Ketua MPC PKS Piyungan Ustadz Wawan Wikasno, Segenap PH DPC dan seluruh Keluarga Kader. Dengan MC ust. Dhanie Asyaqib kemudian dilanjutkan dengan tilawah oleh Ust. Andi Triwidodo.

“Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? Yaitu, kamu beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.” (Q.S. Ash-Shaff : 10-11)

Hidup adalah pilihan dan dakwah adalah pilihan hidup kita, ada tidaknya kita dalam jalan dakwah ini, dakwah ini akan tetap ada. Kalau kita tidak ambil bagian dalam jalan dakwah ini Allah SWT pasti akan memilih orang-orang kuat dan yang lebih baik untuk mengemban dakwah.

Kenapa kita memilih jalan dakwah ini ? karena ini adalah jalan menuju Syurga.
Ust. Zuhrif juga menyampaikan, ada 4 tema Kerja Besar DPW PKS Jogjakarta di Tahun ini:
  1. Pengokohan Keluarga
  2. Dipastikan anak-anak kita meneruskan dakwah ini dan merupakan bagian dari tarbiyah.
  3. Membangun kekokohan Ekonomi, SUGIH SHOLEH
  4. Rabthul ‘aam

Tepat pukul 8.00 WIB acarapun di akhiri. Dan diserambi masjid sudah disediakan menu Special “Soto” Racikan Teh Nila dari Kuden Sitimulyo.



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

[+/-] Selengkapnya...

0Arisan & Silaturohim Akbar DPRa PKS Sitimulyo di Akhir Tahun

Reporter: Titik Wijayanti*
Ahad, 25 Des 2011. Setelah sedari pagi para akhwat dan umahat berkecimpung didapur (mengikuti lomba masak) Sore harinya… keluarga besar Partai Keadilan Sejahtera DPRa Sitimulyo kembali memadati ruangan dirumah Bp. Abdillah dan Ibu Arih dalam acara Arisan & Silaturohim Keluarga Besar PKS DPRa Sitimulyo, Pukul 16.30 WIB di Dusun Tegal Plososari Somokaton Sitimulyo Piyungan Bantul. Alhamdulillah....

Acarapun dimulai dipimpin langsung Sang mas’ul Bp.Parman sekaligus membuka acara pada sore itu, beliau menyampaikan beberpa hal terkait laporan sudah terlaksananya Baksos di Dusun Ngablak Sitimulyo.

Dan sore itu kami kedatangan tamu special, beliau adalah Bp. Amir Syarifuddin yang merupakan Anggota Legislatif (aleg) DPRD Bantul dari Partai Keadilan Sejahtera Dapil IV. Beliau menyampaikan tentang info-info adanya dana-dana yang bisa diakses oleh masyarakat, dan juga masyarakat bisa membuat proposal untuk permintaan pohon-pohon untuk penghijauan.

Haripun semakin gelap, Sang Mas’ul kembali memegang kendali acara pada sore itu, untuk pertemuan tahun berikutnya (k’na sdh berganti tahun, 2010-2011) dirumah b’ning Cepoko Griya Indah.

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh” (QS. ash-Shaff : 4)



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

[+/-] Selengkapnya...

Sabtu, 31 Desember 2011

0Perangkat Nilai “Mesin” Dakwah

Oleh : Cahyadi Takariawan

Bekerja di ladang dakwah telah memberikan banyak hikmah dan pelajaran kepada kita semua. Semakin hari semestinya kita menjadi semakin dewasa, karena dimatangkan oleh peristiwa demi peristiwa, oleh benturan, oleh gesekan, oleh program yang berkesinambungan.

Ketika dakwah mampu menghimpun para aktivis dalam sebuah tatanan, sesungguhnya pada dirinya terkandung dua sisi sekaligus. Pertama sisi potensi yang melimpah ruah, oleh karena dakwah akan dikuatkan oleh berbagai potensi yang dibawa oleh setiap aktivis. Namun pada sisi lainnya, terdapat pula peluang terjadinya gesekan tingkat tinggi, karena semua orang memiliki kemampuan yang setara untuk memimpin dan menempati posisi strategis.

Misalnya saat menentukan kepemimpinan lembaga dakwah, semua aktivis pada hakikatnya memiliki kemampuan, kapasitas, dan kapabilitas yang setara. Artinya, semua aktivis memiliki peluang yang sama dalam menempati posisi tersebut. Demikian pula saat menentukan personal untuk menempati pos-pos strategis dalam dakwah, baik di dalam lembaga maupun di luar lembaga, semua aktivis relatif memiliki kapasitas yang setara untuk mendudukinya.

Para pemimpin sering kesulitan saat harus memilih personal, bukan karena tidak ada potensi, namun justru karena semua aktivis memiliki potensi. Sementara pos-pos strategis baik internal maupun eksternal jumlahnya cukup terbatas, yang tentu saja tidak mungkin mampu mewadahi semua aktivis. Mau tidak mau, suka tidak suka, harus memilih. Bagi yang tidak terpilih, bukan berarti “tidak potensial” atau “tidak terpakai”, sesungguhnyalah semua ingin dipilih, namun pos yang ada sangat terbatas.

Gesekan Adalah Keniscayaan

Setiap titik interaksi kita, selalu menimbulkan gesekan. Walaupun interaksi itu seluruhnya dalam kebaikan, tidak ada satupun yang bernilai kejahatan. Namun selalu menimbulkan gesekan. Justru karena saling bergesekan antara satu komponen dengan komponen lainnya itulah yang menyebabkan mesin menjadi berfungsi dan bisa menggerakkan roda mobil.

Gesekan itu kadang terasa menyakitkan, justru karena kita semua menginginkan kebaikan. Sejak awal kita “menjadi mesin” yang menggerakkan roda perjalanan dakwah, sepenuhnya telah sadar, bahwa apapun akan kita tempuh untuk mencapai tujuan mulia. Kita menyadari ada bahaya dan hambatan dari luar, namun amat banyak pula yang berasal dari dalam.

Manajemen apapun tidak akan bisa menghindarkan kita dari saling bergesekan, karena sebagai mesin kita semua harus bergerak. Satu komponen berpengaruh dan terhubung dengan komponen lain, saling berinteraksi secara positif, sehingga bergeraklah roda dakwah. Namun sepanjang perjalanan, mesin tentu mengalami pemanasan, dan semakin kencang laju mobil dakwah, semakin kuat pula gesekan antar komponen.

Manajemen yang diperlukan bukanlah menghindarkan gesekan antar komponen, namun manajemen untuk melicinkannya, agar gesekan yang terjadi sebagai sebuah keharusan tidak saling menyakiti dan tidak saling melukai. Semua komponen diperlkukan, walau hanya mur dan baut, walau hanya karet penghubung, namun seluruhnya menjadi satu kesatuan untuk berfungsinya mesin dengan baik.

Pada banyak kalangan partai politik, gesekan bisa sedemikian keras dan kasar. Dampaknya, sebagian pihak terlempar, sebagian terjatuh, sebagian terbuang, sebagian tersingkirkan, dan sebagian lainnya berkuasa. Mereka tidak tahan terhadap gesekan, karena memiliki watak ingin menguasai. Semua komponen ingin mengalahkan dan menjatuhkan yang lainnya, dalam sebuah rivalitas yang amat keras.

Sepuluh Perangkat Nilai

Bersyukur, dalam dakwah telah disiapkan perangkat yang memungkinkan semua komponen siap untuk bekerja dengan optimal. Perangkat paling utama bernama kepahaman. Dengan perangkat ini semua komponen mengerti berbagai tuntutan perjalanan dakwah sehingga mampu menyiapkan diri dan menyesuaikan diri dengan tuntutan tersebut.

Perangkat kedua adalah keikhlasan. Dengan landasan keikhlasan, berbagai gesekan tidak sampai menimbulkan korban yang berjatuhan. Bukankah kita semua bekerja untuk mencari ridha Allah dan bukan mencari jabatan, kemuliaan, popularitas, kedudukan dan lain sebagainya.

Perangkat ketiga adalah amal yang berkesinambungan. Bekerja dalam dakwah memerlukan kontinuitas amal, sehingga menuntut bekerjanya semua komponen mesin dakwah setiap saat. Dakwah tidak akan berhenti hanya oleh karena ketakutan terkena dampak gesekan.

Perangkat keempat adalah kesungguhan atau jihad. Semua komponen dituntut untuk melaksanakan kegiatan dan agenda dakwah sepenuh kesungguhan. Termasuk bersungguh-sungguh menyiapkan jiwa agar memiliki daya tahah prima di medan dakwah yang penuh tantangan.

Perangkat kelima adalah pengorbanan. Dakwah tidak akan bisa berjalan tanpa didukung pengorbanan. Semua komponen siap memberikan pengorbanan terbaik demi tercapainya tujuan-tujuan dakwah. Termasuk mengorbankan “gengsi” diri, dalam rangka mencapai tujuan dakwah.

Perangkat keenam adalah ketaatan. Semua pihak dalam tatanan dakwah harus memiliki ketaatan terhadap rujukan utama dari Allah dan Rasul-Nya. Dalam tataran praktis, dituntut pula memiliki ketaatan terhadap manhaj dakwah, serta keputusan lembaga dan para pimpinan, walaupun di antara isi keputusan tersebut ada yang tidak sesuai dengan pendapat pribadinya.

Perangkat ketujuh adalah keteguhan. Seluruh aktivis dakwah harus memiliki keteguhan dan ketegaran dalam menapaki jalan dakwah. Sangat banyak cobaan dan hambatan di sepanjang perjalanan dakwah, hanya aktivis yang memiliki keteguhan hati, ketegaran jiwa, kekokohan sikap, yang akan mampu melewatinya.

Perangkat kedelapan adalah kemurnian. Dakwah menuntut kemurnian hati, pemikiran dan aktivitas. Dakwah menghajatkan kemurnian orientasi, niat dan tujuan, agar terbebaskan dari penyimpangan tujuan yang sangat membahayakan.

Perangkat kesembilan adalah persaudaraan. Kita semua diikat dalam sebuah tali persaudaraan yang kuat. Setiap kita lebih mengutamakan saudaranya daripada diri sendiri. Kita bahagia jika mampu membahagiakan saudaranya. Semua kita menjadi bersedih jika membuat saudaranya berduka. Kebersamaan adalah kunci kemenangan dakwah.

Perangkat kesepuluh adalah kepercayaan. Ikatan dalam dakwah bukanlah materi, bukan jabatan, bukan kedudukan duniawi, namun ikatan visi, ikatan tujuan, ikatan iman, ikatan manhaj. Oleh karena itu sangat diperlukan saling kepercayaan antara satu bagian dengan bagian lainnya, antara pimpinan dengan anggota, dan antara sesama aktivis dakwah.

Saya selalu merangkai sepuluh perangkat tersebut dalam satu kesatuan. Saya selalu melihat kesepuluh perangkat itu adalah mutiara berkilauan. Sebelum berbicara manajemen praktis, kita terlebih dahulu diikat oleh sepuluh perangkat nilai, yang menyebabkan kita mampu melewati semua mihwar, semua tahapan, semua fase dalam dakwah, kendati sangat banyak gesekan dalam menjalankan kegiatan.





*)sumber: http://cahyadi-takariawan.web.id/?p=2038




*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

[+/-] Selengkapnya...

 
TwitterDeliciousFacebookDiggStumbleuponMore